»
S
I
D
E
B
A
R
«
Impian Seorang Mahasiswi Lansia
Nov 30th, 2009 by mr Wei

Renungan: Impian Seorang Mahasiswi Lansia

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? ”
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja boleh!”.
Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

“Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”

“Ah yang serius?” pinta saya.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya! ” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya.
Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain.
Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, “Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”

“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain.
Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari.
Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi - mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.”

Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.
Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.
Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun.
Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”

    “Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.”

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”.

    Some say love it is a river
    That drowns the tender reed
    Some say love it is a razor
    That leaves your soul to blead

    Some say love it is a hunger
    An endless aching need
    I say love it is a flower
    And you it’s only seed

    It’s the heart afraid of breaking
    That never learns to dance
    It’s the dream afraid of waking,that never, takes the chance
    It’s the one who won’t be taken
    Who cannot, seem to give
    And the soul, afraid of dying, that never learns to live

    When the night, has been too lonely
    And the road, has been too long
    And you think, that love is only
    For the lucky, and the strong
    Just remember, in the winter
    Far beneath, the bitter snows
    Lies the seed
    That with the sun’s love
    In the spring
    Becomes The Rose

Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.
Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.

wei, bette midler - the roseBette Midler - The Rose Sources : Unknown,

Empat Skenario Yang Ironis
Nov 22nd, 2009 by mr Wei

Empat Skenario Yang Ironis

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.
Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.

Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

    Skenario 2

    Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
    Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
    Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

    Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

    Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.”

    Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

    Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
    Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

    Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.

Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya
kepada kita) menjawab telepon kita.

“Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata,

“Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut.

Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

    Skenario 4

    Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

    Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
    Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

    Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
    “Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.
    Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. ”

    SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

    Kita sudah putus asa.

    Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.
    Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

    Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

    Bagaimana kira-kira perasaan kita?

    Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
    Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

    Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

    Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada
orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?

Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.
Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone
yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.

Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.

Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

wei

Belajar Bahasa Inggris Membingungkan
Nov 9th, 2009 by mr Wei

Humor : Belajar Bahasa Inggris Mudah tapi Membingungkan

Percaya deh belajar Bahasa Inggris kadang mudah tetapi kadang membingungkan.
Perhatikan pembicaraan di bawah ini

Lee Sum Wan : Hello can I speak to Annie Wan?

Mr Sori : Yes u could speak to me.

Lee Sum Wan : No! I want to speak to Annie Wan!

Mr Sori : You are now talking to someone! Who is this?

Lee Sum Wan : I’m Sum Wan.. And I need to talk to Annie Wan! It’s urgent!

Mr Sori : I know u are someone and u want to talk to anyone! But what’s this urgent matter about?

Lee Sum Wan : Well just tell my sister Annie Wan that our brother was involved in an accident. Noe Wan got injured and now Noe wan is being sent to the hospital. Right now Avery Wan is going to the hospital.

Mr Sori : Look if no one was injured and no one was sent to the hospital from the accident that isn’t an urgent matter! You may find this hilarious but i dont have time for this!!!

Lee Sum Wan : You are rude. Who are you?

Mr Sori : I’m Sori.

Lee Sum Wan : You should be sorry. Now give me your name!

Mr Sori : I’m Sori!!

Lee Sum Wan : I don’t like your tone of voice Mr and I don’t care, give me your name!

Mr Sori : Look lady, I told you already I’m Sori! I’m Sori!! I’m SORI!!! You didn’t even give me your name!

Lee Sum Wan : I told u before I’m Sum Wan! Sum Wan!!! You better be careful my father is Sum Buddy. And my uncle holds a very big position in the company. He is Noe Buddy

wei

Pasti Keluar
Nov 9th, 2009 by mr Wei

Humor: Pasti Keluar

Terjadi kecelakaan hebat dalam terowongan kereta api. Semua penumpang yang selamat terjebak di tengah terowongan.

Saat itu semuanya panic dan banyak penumpang yang berteriak,, “Kita tidak bisa keluar, kita terjebak, kita akan mati”

Tiba-tiba seorang pak tua berteriak “Tenang-tenang, kita semua pasti akan keluar, saya jamin!!”

Kemudian suasana menjadi tenang, lalu seorang penumpang bertanya
“Bagaimana caranya keluar??

Semua jalan keluar tertutup??”

Dengan tenang pak tua itu menjawab “Kita pasti keluar di Koran besok….”

wei Pasti Keluar, Guyon-Yook

Belajar Bahasa Inggris Lucu Dan Rumit
Nov 9th, 2009 by mr Wei

Belajar Bahasa Inggris Lucu dan Rumit

Setelah di pikir-pikir lagi bahasa inggris itu lucu dan rumit juga.
Bagaimana tidak?
Huruf double oo dibaca u, Seperti book dibaca buk.
Tidak hemat huruf.

Kadang-kadang huruf yang sama malah dibaca berbeda,
misalanya CUT (dibaca kat),
sedangkan PUT dibaca tetap put juga, kenapa ngga pat?.

Sedangkan AIR malah artinya UDARA,
PUPPY (baca papi) artinya anak anjing.
Kalau Buffalo (baca bafalo atau bapak lo) artinya kerbau.
Kalau COW (baca kau) artinya sapi.
Jadinya:
Papi anak anjing, bapaklo kerbau, kau sapi.

Contoh lainnya:
mau bilang satu buku dalam bahasa inggrisnya adalah a book,
kalau dua buku harus bilang two books.
Mengapa kok ditambah “s” segala?

Sedangkan tomato jika lebih dari satu tidak boleh tomatos harus ditambah “es” menjadi tomatoes.
Setahu saya kalo tomat ditambah es menjadi es tomat!

wei Bahasa Inggris, Guyon-Yook

Gerakan 1 Juta Facebookers Dukung Chandra & Bibit
Nov 9th, 2009 by mr Wei

Gerakan 1 Juta Facebookers Dukung Chandra & Bibit

Bibit, Chandra dan FaceBooker Dukungan terhadap Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah rupanya tidak hanya terjadi di dunia nyata. Di dunia maya, dukungan terhadap 2 pimpinan KPK nonaktif itu juga terus bergulir.

Sebuah akun grup situs jejaring sosial Facebook yang mendukung Bibit dan Chandra tiba-tiba muncul. Grup itu menamakan diri sebagai ‘Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto.

Pantauan detikcom, Jumat (30/10/2009) pukul 06.30 WIB, sebanyak 164 pengguna Facebook telah menjadi anggota grup yang dibuat oleh dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu bernama Usman Yasin ini.
Grup ini dibuat pada Kamis (29/10) kemarin. Dalam deskripsinya, Usman memberikan pengantar untuk dibaca oleh para calon anggota.

“Mabes Polri menahan 2 pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, hari ini, Kamis 29 Oktober 2009. Terlepas dari apakah bersalah atau tidak, kita yang berada di luar sistem mungkin merasa terganggu dengan kejadian yang menimpa Chandra dan Bibit,” demikian kata Usman.

Usman menambahkan, kejadian yang menimpa Bibit dan Chandra itu juga bisa menimpa orang lain. Meski saat ini belum diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar, namun fakta membuktikan institusi Polri dan Kejagung telah gagal mewujudkan cita-cita negara yang bebas dari korupsi dan kolusi.

“Sebagai anak bangsa, kami mencintai KPK. Untuk itu mari kita dukung Chandra dan Bibit dalam grup ini. Kita namakan Gerakan Satu Juta Facebookers Dukung Chandra dan Bibit,” ajak Usman. (detik)


Bangkitnya Dunia Maya - FaceBooker Indonesia

Lewat unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia hari Minggu kemarin kita saksikan bersama efektivitas pengaruh teknologi dunia maya.

Sejuta lebih pendukung (facebookers) ditegakkannya keadilan terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah (Wakil Ketua nonaktif KPK) menghadirkan unjuk rasa damai.

Hingga Minggu (8/11) pukul 17.00 tercatat 1.101.968 pendukung Bibit dan Chandra. Lewat peristiwa itu kita menyaksikan pengaruh efektif dari informasi dan komunikasi lewat dunia maya. Kita hargai unjuk rasa damai karena lebih efektif. Publik dan pemimpin masyarakat serta pemerintah terpanggil untuk memahami makna dan pengaruh fenomena baru itu.

Kita cermati berbagai sisi dan dimensi lain dari pengalaman baru itu. Di antaranya agar masyarakat dan pemerintah, termasuk pemimpin masyarakat, menangkap dan memahami perubahan dan pengaruh kehadiran teknologi informasi.
Pemerintah dan masyarakat tak bisa bersikap lain kecuali menangkap perubahan serta pengaruh hadir dan berperannya aneka macam teknologi dan komunikasi baru itu.

Kita berpendapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono termasuk pemimpin yang menangkap perubahan itu. Hal itu kita pahami dari langkahnya segera membentuk Tim Delapan yang terdiri dari tokoh muda cerdas, peka, dan bersih dan diketuai ahli hukum Adnan Buyung Nasution yang dihargai integritas, kapabilitas, serta keberanian morilnya.

Kita hargai langkah Presiden membentuk tim. Kita bisa membayangkan sekiranya perkembangan persoalan yang menyangkut KPK, Polri, dan kejaksaan sempat berkembang cepat tanpa hadirnya tim yang oleh publik dinilai kejujuran, integritas, dan pemahamannya terhadap persoalan yang dihadapi.

Langkah Presiden membentuk Tim Delapan selain cerdas dan tepat juga berdampak terhadap terkendalinya keadaan yang membela eksistensi KPK. Meskipun berkembang cepat dan efektif, eskalasi itu tertib dan terkendali. Pekerjaan rumah belum selesai. Kita saksikan, perkembangan itu tak sederhana dan mengandung potensi eskalasi. Tim berkejaran dengan waktu dan tarikan kiri kanan.

Kita saksikan dan kita rasakan hubungan pimpinan Polri, kejaksaan, dan KPK

yang berbeda dan karena itu disertai ketegangan. Untuk mencegah eskalasi hubungan lebih jauh, perlu kita ingat, tim yang diketuai Adnan Buyung itu dibentuk dan ditugaskan Presiden Yudhoyono. Apalagi jika dilihat dari eskalasi masalahnya, bijak dan tepatlah langkah Presiden membentuk tim itu. Tim baru itu serentak bersosok kredibel dan berwibawa karena integritas, kemampuan, dan karakter anggota dan pimpinannya. Bayangkan betapa heboh ruwet dan rumitnya sekiranya Presiden tidak membentuk tim.

Sementara itu, kita ingatkan lagi, publik mengharapkan pula efektivitas serta kecepatan tim bekerja dan tindak lanjut Presiden. [Kompas, 5/11/09]

wei

Miyabi - Maria Ozawa Extra Hot and Spicy Picture
Nov 4th, 2009 by mr Wei

MIYABI - MARIA OZAWA JADI BINTANG FILM SEJAK USIA BELIA — Bagi Anda penggemar Miyabi pastinya sudah paham betul dengan lika-liku Maria Ozawa.

Tetapi Mieyabi yag satu ini berbeda dari yang Anda bayangkan. Anda pasti merasa lapar dan ingin segera membeli dan memakannya ^_^ .

Miyabi - Maria Ozawa

Miyabi

Picture: Mieyabi (read : Miyabi) Extra Hot

wei Miyabi, Guyon-Yook

Vitamin C and Shrimp
Nov 4th, 2009 by mr Wei

Consuming Vitamin-C and Shrimp Together Will Cause Death ???

Amazing how misinformation can really stick and actually become information. !
Consuming Vitamin-C and Shrimp Together Will Cause Death-Fiction!

    Menakjubkan bagaimana kesalahan informasi bisa dianggap dan benar-benar menjadi informasi (yang seakan-akan benar).
Shrimp & Vitamin C

Shrimp & Vitamin C

The e-Rumor
Arsenic Trioxided (Died because Vitamin C and Shrimps)

This is the story that happened in Taiwan (I forgot about the time, because I received this messege from my friend with e-mail, and my friend didn’t tell the time). And if you love your family and your friends, just tell to them about this story. This is the important messege for everyone who read this writes.

There was a woman who suddenly died with her six sense dispenses many blood (eye, ear, mouth, nose, skin and tongue). After investigated, she not die because of suicide or being murdered. But she died because of food poison, she also didn’t know she would be died of poison. She has a habit of drank Vitamin C everyday. It must be didn’t any problem, but why did she die?

Before she died, she ate a lot of shrimps, but it must be didn’t any problem, just lobster. Her family also ate Shrimps too, but noone died. And the problem was, after she ate the lobster she drank Vitamin C. And suddenly she died.

Basically, Shrimp contains an Arsenic Pentoxide (As2O5) and when she ate shrimps, she drank Vitamin C at the same time. And something happened, in her stomach got a chemical reaction and make Arsenic Pentoxide (As2O5) became Arsenic Trioxide (As2O3) which was very poisonous, and her Heart, Liver, Kidney and Blood Vessel became defective. Her Guts removed blood, Blood Vessel was dilate until she died very dire with her six sense removed blood.

So, becareful if you eat shrimps wait until a few hours to drink Vitamin C. Don’t drink it at the same time.

That hoax is literally dangerous and has probably killed some people already.
Here is why I say that, some people will read that and immediately stop taking vitamin C. For many who stop it won’t affect their health very much.
But for some people who were not so healthy that hoax will shorten their life by possibly years and some will die quickly.

Here is why, human being do not produce vitamin C as most animals do and we can die if we do not get enough of it.
We take vitamin C for granted but our body uses it to create collagen which is the cement that holds our body together. If you just look at the disease scurvy the extreme loss of vitamin C or death from a flu virus; what happens to the victim is physical meltdown (the liquefaction of their internal organs).
So for that person whose diet is marginal and whose health is poor dropping vitamin C will kill them fairly quickly via virus or body system failure like a heart attack. Whoever put that hoax together either has a black heart or they could not see the implications of what they were doing through their ignorance.

wei Sources : Truth or Fiction

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© www.WeiHongOei.com | Powerby WEI