»
S
I
D
E
B
A
R
«
Hachiko remembered for his loyalty to his master.
Apr 17th, 2010 by mr Wei


Hachiko, known in Japanese as chuken Hachiko, was an Akita dog born in the city of Odate, Akita Prefecture remembered for his loyalty to his master.

In 1924, Hachiko was brought to Tokyo by his owner, Hidesaburo Ueno, a professor in the agriculture department at the University of Tokyo. During his owner’s life Hachiko saw him off from the front door and greeted him at the end of the day at the nearby Shibuya Station. The pair continued their daily routine until May 1925, when Professor Ueno didn’t return on the usual train one evening. The professor had suffered a stroke at the university that day. He died and never returned to the train station where his friend was waiting.
Hachiko was given away after his master’s death, but he routinely escaped, showing up again and again at his old home.

After time, Hachiko apparently realized that Professor Ueno no longer lived at the house. So he went to look for his master at the train station where he had accompanied him so many times before. Each day, Hachiko waited for Professor Ueno to return. And each day he didn’t see his friend among the commuters at the station.

The permanent fixture at the train station that was Hachiko attracted the attention of other commuters. Many of the people who frequented the Shibuya train station had seen Hachik? and Professor Ueno together each day. Realizing that Hachiko waited in vigil for his dead master, their hearts were touched. They brought Hachiko treats and food to nourish him during his wait.
This continued for 10 years, with Hachiko appearing only in the evening time, precisely when the train was due at the station.

Hachiko, Lambang Kesetiaan Sepanjang Hayat

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur.
Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing.
Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya. Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko.

Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat. Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya.

Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja.
Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko. Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko.

Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu. Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib,
Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, “saya akan menunggu tuan kembali”. “Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras, “guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus. Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus.

Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya. Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang.

Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus. Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus.

Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan. Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu.

Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan. Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya.

Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai.
Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati. Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia. Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya.

Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

Hachiko Hachiko

Sources: Wikipedia, Amazon

Nice Story - Penyesalan
Apr 5th, 2010 by mr Wei

Suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada

 
Ini adalah kisah nyata di kehidupanku.
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada.
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku.
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku.
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

woman_cryingAku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah, tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku, tak mengerti aku, dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
 
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
 
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya slalu tak jelas.
 
Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang. lalu bagaimana aku bisa makan siang.”
 
Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga, tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
 
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan, dia tak pernah peduli pada anak kita.
Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen-dokumen pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi,

Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera.

Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu.

Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa, kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran.

Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun.
Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.

 
Membaca itu, benar-benar baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku, betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai? istirahat dulu saja”
 
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih. titik.”
 
Sungguh, bagaimana perasaan suamiku saat itu.
Tapi dia hanya diam saja.
Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya, tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
 
“Pak kenapa cari klinik yang termurah? saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”
 
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
 

Tuhan..Maafkan hambamu ini Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini.
Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
 
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat.
Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu,
Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara, teman, kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

wei, penyesalan

Terlalu Dekat Mengaburkan Segalanya
Feb 2nd, 2010 by mr Wei

Maybe you’re too close to see adalah sepotong lyric dari lagu “Every Time You Go Away” yang sempat menduduki tangga lagu BilBoard dan dinyanyikan oleh PAUL YOUNG.

Every time you go away
you take a piece of me with you
Every time you go away
you take a piece of me with you

Go on and go free, yeah
Maybe you’re too close to see
I can feel your body move
It doesn’t mean that much to me

Maybe you’re too close to see
Mungkin Anda / kamu terlalu dekat melihatnya

Lantas Anda akan bertanya memangnya kenapa kalau kita melihat sesuatu terlalu dekat ?
Coba Anda ambil apa saja yang bisa Anda lihat / baca !
Lalu dekatkan obyek tersebut sedekat mungkin ke mata Anda. Apakah Anda bisa melihat atau membacanya dengan jelas ?
Pastinya tidak, benar ….!

Kedekatan memang mengaburkan obyektifitas.
Kita tidak lagi bisa membedakan salah benarnya sesuatu, karena kedekatan sesalu membawa konsekuensi subyektifitas !

Persahabatan, percintaan, permusuhan dan bentuk-bentuk relasi kedekatan lainnya adalah contoh relasi yang sifatnya subyektif.

Sebagai analogi, lihat ilustrasi sederhana ini…
Amati gambar berikut. apakah Anda membaca tulisan tersebut ?

Too close to see

Too close to see

Tidak jelas bukan !
Coba sekarang ambil jarak / mundur beberapa langkah atau sipitkan mata Anda

Girl. Focus the Eye

Girl. Focus the Eye

Kemudian Anda baca kembali ! Sudah jelas kan !.

Jangan biarkan kedekatan mengaburkan segalanya, biarlah Anda dalam jarak yang tepat agar dapat melihat segala sesuatu dengan obyektif.

wei, kedekatan mengaburkan segalanya Focus ! No Sex Causes Bad Eyes

Impian Seorang Mahasiswi Lansia
Nov 30th, 2009 by mr Wei

Renungan: Impian Seorang Mahasiswi Lansia

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? ”
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja boleh!”.
Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

“Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”

“Ah yang serius?” pinta saya.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya! ” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya.
Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain.
Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, “Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”

“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain.
Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari.
Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi - mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.”

Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.
Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.
Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun.
Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”

    “Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.”

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”.

    Some say love it is a river
    That drowns the tender reed
    Some say love it is a razor
    That leaves your soul to blead

    Some say love it is a hunger
    An endless aching need
    I say love it is a flower
    And you it’s only seed

    It’s the heart afraid of breaking
    That never learns to dance
    It’s the dream afraid of waking,that never, takes the chance
    It’s the one who won’t be taken
    Who cannot, seem to give
    And the soul, afraid of dying, that never learns to live

    When the night, has been too lonely
    And the road, has been too long
    And you think, that love is only
    For the lucky, and the strong
    Just remember, in the winter
    Far beneath, the bitter snows
    Lies the seed
    That with the sun’s love
    In the spring
    Becomes The Rose

Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.
Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.

wei, bette midler - the roseBette Midler - The Rose Sources : Unknown,

Balada Merah Putih
Oct 30th, 2009 by mr Wei

Dengan semangat Sumpah Pemuda

Balada Sang Merah Putih

Kek, lihatlah bendera negeriku
Merahnya, sudah pada luntur
Putihnya, sudah pada kabur…

Belikan aku kesumba, tuk mencelupnya
Belikan aku pemutih, tuk merendamnya…

Kek, lihatlah bendera yang tegak
Merahnya bergincu, putihnya berbedak…

Cucuku, dengarlah…

Itu merah bukan merah kesumba
Tapi, merahnya darah darah pahlawan
Itu putih bukan pemutih
Tapi, putihnya hati hati pejuang
Tak pula bergincu yang di tube kepalsuan
Tak pula berbedak yang disapuh kemunafikan…

Kakek, aku ingin melihat bendera negeriku
Semerah darah dan seputih melati
Bersulam benang-benang keikhlasan
Bersuci mata air, air mata kesabaran

Wahai… Bendera negeriku…!
Teruslah berkibar menjilat matahari…
Sejarah adalah saksi abadi

Karya: Ras Navastara

“Bodoh vs Pintar”
Oct 29th, 2009 by mr Wei

“Orang Bodoh vs Orang Pintar” ala Om Bob Sadino

Berpikir...

Berpikir...

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas - Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

wei Sources : Bob Sadino

“Bahagia” - Menurut Motivator Dunia
Oct 29th, 2009 by mr Wei

“Bahagia” - Menurut Motivator Dunia

Bahagia itu pilihan

Bahagia itu pilihan

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya.
Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya..
Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.
Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan yang ditanyakan ibu itu adalah, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.
Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir
beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Seluruh ruangan langsung terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi.
“John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Malu ui!

Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”

“Karena,” jawabnya,

    “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu.

Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak

wei

BIBLE CODES Predict Holocaust In 2012
Sep 24th, 2009 by mr Wei

BIBLE CODES Predict Holocaust In 2012

Revelation 16:8-9 “And they fourth poured out his bowl upon the sun; and it was given to it to burn men with fire. And men were burned with great heat; and the blasphemed the name of God Who has the authority over these plagues; and they did not repent to give Him glory.”

The sun-worshiping Mayans decided that the year 2012 is the end of this age. The Bible Codes hold cluster after cluster describing a nasty solar event, as well as a terrible disaster in 2012. Even scientist agree that every 100 years or so, the sun flares up and fries the solar system. Please read on for the Bible Codes and an article published in News Scientist magazine that indicate that a solar eruption event will cause terrible destruction on Earth.

Isaiah 30:26-27 “Moreover the light of the moon will be as the light of the sun, And the light of the sun will be sevenfold, As the light of seven days, In the day that the LORD binds up the bruise of His people And heals the stroke of their wound.
Behold, the name of the LORD comes from afar, Burning [with] His anger, And [His] burden [is] heavy; His lips are full of indignation, And His tongue like a devouring fire…”

2012-sun-storm

2012-sun-storm-fire

The tongue of fire is an important clue. The Bible Codes are clear that the end of the Mayan calendar in 2012 has some significance in regards to apocalyptic events. There is a large, stone-like comet due to approach the Earth around 2012. The destructive characteristic of this event is described as “tongue-like”. The folks at Exodus 2006 theorized that the comet breaks up like the Shoemaker-Levy comet did when it approached Jupiter, thus creating a tongue-like array of comet matter which impacts the Earth in a shotgun effect. I have a different theory, though it does seem likely that a massive comet would break up upon entry. The approach of a large comet in 2012 will trigger a solar eruption that will fry the Earth like a rotisserie. The solar flare and resulting coronal mass ejection (CME) will be the tongue-like characteristic of this event.

wei

What Is Happen To Earth In 2012?
Sep 24th, 2009 by mr Wei
    Q: What is happen to earth in 2012?

A: Anything, alot of doomsayers predicted the end of the world, like we would die on 6-6-6, but we didn’t. Some people think its planet x that is going to collide with us, but some say that it doesn’t exist. People are trying to predict the end of the world, 2012 is just one of the predictions. I don’t really know. There could be or could not. I don’t have proof but some scientists wants to prove it. Most people want to use religion, to me, gods aren’t real. Magic isn’t real. We are just nothingness in existence. When it is the 23rd, december 2012, 12:00am, i want you to releave all that stress you carried since you waited for that time, the end of the world. But if it is true, yell in the skies and say, You accept death and your not afraid.

Sources Answer.com


The 2012 phenomenon is a present-day cultural meme proposing that cataclysmic or transformative events will occur in the year 2012. The forecast is based primarily on what is claimed to be the end-date of the Mesoamerican Long Count calendar, which is presented as lasting 5,125 years and as terminating on December 21 or 23, 2012, along with plenty of speculation, such as interpretations of assorted legends, scriptures, numerological constructions, prophecies, and alleged channeling from extraterrestrials.
A New Age interpretation of this transition posits that, during this time, the planet and its inhabitants may undergo a positive physical or spiritual transformation, and that 2012 may mark the beginning of a new era. Conversely, some believe that the 2012 date marks the beginning of an apocalypse. The 2012 doomsday prediction idea has been disseminated in numerous books and TV documentaries, and has spread around the world as an Internet meme through websites and discussion groups. The idea of a global event occurring in 2012 based on any interpretation of the Mesoamerican Long Count calendar is rejected as pseudoscience by the scientific community, and as misrepresentative of Maya history by Mayanist scholars.


    Apocalypse in 2012?

    Sources (CNN) — Just as “Y2K” and its batch of predictions about the year 2000 have become a distant memory, here comes “Twenty-twelve.”

2012 Mayan Doomsday Predict Fueled by a crop of books, Web sites with countdown clocks, and claims about ancient timekeepers, interest is growing in what some see as the dawn of a new era, and others as an expiration date for Earth: December 21, 2012.

The date marks the end of a 5,126-year cycle on the Long Count calendar developed by the Maya, the ancient civilization known for its advanced understanding of astronomy and for the great cities it left behind in Mexico and Central America.

(Some scholars believe the cycle ends a bit later — on December 23, 2012.)

Speculation in some circles about whether the Maya chose this particular time because they thought something ominous would happen has sparked a number of doomsday theories.

The hype also has mainstream Maya scholars shaking their heads.

“There’s going to be a whole generation of people who, when they think of the Maya, think of 2012, and to me that’s just criminal,” said David Stuart, director of the Mesoamerica Center at the University of Texas at Austin.

“There is no serious scholar who puts any stock in the idea that the Maya said anything meaningful about 2012.”

But take the fact that December 21, 2012, coincides with the winter solstice, add claims the Maya picked the time period because it also marks an alignment of the sun with the center of the Milky Way galaxy, and you have the makings of an online sensation.

Type “2012″ into an Internet search engine and you’ll find survival guides, survival schools, predictions and “official stuff” to wear, including T-shirts with slogans such as “2012 The End” and “Doomsday 2012.”

Theories about what might happen range from solar storms triggering volcano eruptions to a polar reversal that will make the Earth spin in the opposite direction.

If you think all of this would make a great sci-fi disaster movie, Hollywood is already one step ahead.

“2012,” a special-effects flick starring John Cusack and directed by Roland Emmerich, of “The Day After Tomorrow” fame, is scheduled to be released this fall. The trailer shows a monk running to a bell tower on a mountaintop to sound the alarm as a huge wall of water washes over what appear to be the peaks of the Himalayas.

BIBLE CODES PREDICT SOLAR FLARE HOLOCAUST IN 2012
Then the fourth angel poured out his bowl on the sun, and power was given to him to scorch men with fire.
And men were scorched with great heat, and they blasphemed the name of God who has power over these plagues; and they did not repent and give Him glory.
Revelation 16:8-9

Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Wahyu 16:8-9

wei

The Lord’s Prayer, Our Father - Doa Yang Paling Sering Dinaikkan
Aug 20th, 2009 by mr Wei

Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami adalah sebuah doa yang paling sering dinaikkan di dunia, dan doa ini sering disebut Doa Tuhan karena diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-NYA.

Banyak orang yang menaikkan doa ini tetapi tidak memahami makna, apa yang mereka katakan. Doa Bapa Kami ini sungguh-sungguh suatu doa yang lengkap.

Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

    “In this manner, therefore, pray:

    Our Father in heaven,
    Hallowed be Your name.
    Your kingdom come.
    Your will be done On earth as [it is] in heaven.

    Give us this day our daily bread.
    And forgive us our debts,
    As we forgive our debtors.
    And do not lead us into temptation,
    But deliver us from the evil one.
    For Yours is the kingdom
    and the power and the glory forever. Amen.

1. Semua doa harus dimulai dengan pujian dan pengangungan yan tepat kepada Bapa: “Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah nama-MU”

Bapa Kami, dua kata yang ditekankan oleh Tuhan Yesus, menggambarkan sifat yang Mahatinggi.
Kata-kata “Bapa Kami” juga memberikan alamat yang jelas dalam doa-doa kita. Permintaan kita - doa, permohonan, keinginan campur tangan ilahi - harus ditujukan kepada Bapa.

    “Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-KU. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-NYA kepadamu dalam nama-KU”
    (Yohanes 16:23)

Bapa adalah Pribadi yang disapa dalam permintaan-permintaan yang kita doakan. Kehendak dan jalan-NYA yang dicari, dan firman-NYA adalah janji yang kita pegang dalam mempercayai bahwa kita akan didengar.

Dan memohon kepada Bapa berarti mengakui hak-NYA untuk memerintah dan memutuskan dalam segala sesuatu.



2. Semua doa entah bagaimana harus memohon kehendak-NYA untuk terjadi di bumi: “Kerajaan-MU datanglah, kehendak-MU jadilah, di bumi seperti di surga.”

Allah yang kita sembah adalah Tuhan atas ciptaanNYA, dan kuasa-NYA tidak mengenal batas kecuali batas yang Ia tentukan bagi diri-NYA sendiri.
Ia menunggu untuk melakukan kehendak-NYA di bumi sebagai jawaban kepada orang-orang yang meminta.
Kerajaan-NYA, pemerintahan-NYA yang kekal hanya akan berkuasa di bumi bilamana Ia di undang. Itu bukan masalah kemampuan-NYA untuk berkuasa dengan kekuatan kehendak-NYA semata-mata, melainkan merupakan fakta bahwa berkaitan dengan bumi dan manusia. Ia memilih untuk membatasi diri-NYA pada saluran-salauran kerja tertentu. Ia berkehendak untuk bekerja sama dengan mitra kerja-NYA yaitu manusia.

Yesus berkata, jika Anda berdoa, dan setelah Anda datang kepada Bapa dengan penyembahan, mulailah memohon agar kehendak-NYA terjadi di bumi. Itulah satu-satunya jalan hal itu akan terjadi di sini (di bumi), ketika orang-orang yang menginginkan kehendak-NYA terjadi, mengatakan hal itu.



3. Allah menaruh perhatian pada kebutuhan sehari-hari, dan kita harus meminta hal itu: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang sucukupnya.”

Pesannya jelas, kita harus memohon untuk masalah sehari-hari seperti halnya masalah-masalah kekal yang besar. Lita tidak boleh mengabaikan masalah kehidupan yang paling sederhana

    “Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu …, sebab itu janganlah kamu kuatir…”
    (Matius 6:32, 34)

Walaupun Bapa di surga tahu, namun itu berarti Anda tidak boleh lupa memohon kepada-NYA untuk menyediakannya bagi Anda.

Dengan kasih karunia Allah, kita mulai menyadari bahwa pekerjaan tangan kita sendiri tidak mampu menyediakan apa-apa.
Bukan fakta bahwa Allah menentukan kita untuk malas, melainkan “Allah membantu orang yang menolong dirinya sendiri”
Dan pemahaman yang utuh tentang doa menuntun kita untuk berkonsultasi dengan Bapa tentang masalah dalam kehidupan yang paling kecil… yang sesungguhnya tanpa bisa dihindari akan menjadi yang terbesar jika diabaikan dalam doa.



4. Kita jangan mendekati Allah tanpa mengakui kebutuhan kita untuk disucikan: “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami…”

Ia mengajarkan suatu cara berdoa yang mencakup pengakuan dosa. Karena Bapa akan mengampuni orang yang memohon hal itu.

Kristus tidak akan mengajarkan prioritas doa ini jika Bapa tidak memiliki kecenderungan untuk menerima orang-orang berdosa.
Seperti ayah anak yang hilang yang datang dengan pengakuan terbuka tentang kegagalannya. Bapa di surga menunggu permohonan kita untuk diampuni dan kemudian berkenan untuk menggunakan saat itu untuk membentangkan pesta kebaikkan-NYA dihadapan kita.

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.”
(1 Yohanes 1:8)

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
(1 YOhanes 1:9)



5. Kita juga tidak boleh mengabaikan Allah tentang hubugan: “… seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”.

Yesus tidak menghendaki pendekatan vertikal kepada Allah yang tidak disertai dengan pendekatan horizontal kepada manusia.

Penekanan-NYA: pengampunan yang kita terima tergantung pada kesediaan kita untuk mengampuni. Jawaban yang kita terima dari DIA tergantung pada kehendak kita untuk menanggapi DIA.
IA tidak mengijinkan sikap tidak mau mengampuni tetap ada pada kita. Itu bukan sifat-NYA, jadi IA menentang hal itu ada dalam diri kita.

Jika saya tidak mengijinkan pengampunan yang saya terima mengalir lebih jauh untuk mengampuni orang-orang lain saya menghindari hubungan yang sejati.



6. Dan kita harus menetapkan kehendak kita untuk menuju kesempurnaan: “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.”

“Jangan membawa kami masuk, tetapi bawalah kami keluar.” Makna perikop ini menyatakan bahwa kita memahami perintah Tuhan sebagai panggilan menuju kedewasaan.
Ia berkata, “Jika kamu berdoa, akuilah bahwa Bapa bukanlah penyebab masalahmu ketika pencobaan menghadang kamu, tetapi Ia adalah pelindungmu.”

Inilah proses pelepasan Allah yang memurnikan yang berkarya dalam hidup kita; pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.



7. Semua Doa harus diakhiri dengan menempatkan segala sesuatu dalam tangan Allah: “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”

Penyerahan diri - yang paling tepat ditunjukkan dengan mengangkat kedua tangan ke atas dan menunggu dengan tanpa daya dan memohon kemurahan-NYA - merupakan tindakan doa yang terbaik.

Doa bisa dipenuhi dengan iman, diucapkan dengan keberanian, dinaikkan dalam ketaatan, dan dipenuhi dengan pujian dan keyakinan. Namum, bagaimanapun juga, doa masih tergantung kepada-NYA.

Penyerahan diri ini menyatakan bahwa kita perlu mempelajari posisi yang akan menang, apapun yang akan terjadi.
Ia mengajarkan kita demikian, “Bagian penutup Anda yang terbaik adalah pernyataan tentang keagungan-NYA yang tidak pernah berubah. Setelah Anda menyembah dan memohon kemampuan yang terbaik yang dihasilkan Roh Kudus, serahkan semuanya kepada-NYA.”

Walaupun jawabannya mungkin tidak akan muncul seketika, seperti yang Anda bayangkan sebelumnya, atau diberikan pada saat yang Anda harapkan dalam pikiran Anda. Namun percayalah kepada-NYA. Segala kuasa dan kemuliaan adalah milik-NYA.
Dan Ia akan menjawab dengan cara-NYA dan pada waktu-NYA.

wei

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© www.WeiHongOei.com | Powerby WEI