»
S
I
D
E
B
A
R
«
Terlalu Dekat Mengaburkan Segalanya
Feb 2nd, 2010 by mr Wei

Maybe you’re too close to see adalah sepotong lyric dari lagu “Every Time You Go Away” yang sempat menduduki tangga lagu BilBoard dan dinyanyikan oleh PAUL YOUNG.

Every time you go away
you take a piece of me with you
Every time you go away
you take a piece of me with you

Go on and go free, yeah
Maybe you’re too close to see
I can feel your body move
It doesn’t mean that much to me

Maybe you’re too close to see
Mungkin Anda / kamu terlalu dekat melihatnya

Lantas Anda akan bertanya memangnya kenapa kalau kita melihat sesuatu terlalu dekat ?
Coba Anda ambil apa saja yang bisa Anda lihat / baca !
Lalu dekatkan obyek tersebut sedekat mungkin ke mata Anda. Apakah Anda bisa melihat atau membacanya dengan jelas ?
Pastinya tidak, benar ….!

Kedekatan memang mengaburkan obyektifitas.
Kita tidak lagi bisa membedakan salah benarnya sesuatu, karena kedekatan sesalu membawa konsekuensi subyektifitas !

Persahabatan, percintaan, permusuhan dan bentuk-bentuk relasi kedekatan lainnya adalah contoh relasi yang sifatnya subyektif.

Sebagai analogi, lihat ilustrasi sederhana ini…
Amati gambar berikut. apakah Anda membaca tulisan tersebut ?

Too close to see

Too close to see

Tidak jelas bukan !
Coba sekarang ambil jarak / mundur beberapa langkah atau sipitkan mata Anda

Girl. Focus the Eye

Girl. Focus the Eye

Kemudian Anda baca kembali ! Sudah jelas kan !.

Jangan biarkan kedekatan mengaburkan segalanya, biarlah Anda dalam jarak yang tepat agar dapat melihat segala sesuatu dengan obyektif.

wei, kedekatan mengaburkan segalanya Focus ! No Sex Causes Bad Eyes

Impian Seorang Mahasiswi Lansia
Nov 30th, 2009 by mr Wei

Renungan: Impian Seorang Mahasiswi Lansia

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? ”
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja boleh!”.
Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

“Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”

“Ah yang serius?” pinta saya.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya! ” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya.
Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain.
Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, “Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”

“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain.
Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari.
Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi - mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.”

Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.
Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.
Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun.
Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”

    “Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.”

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”.

    Some say love it is a river
    That drowns the tender reed
    Some say love it is a razor
    That leaves your soul to blead

    Some say love it is a hunger
    An endless aching need
    I say love it is a flower
    And you it’s only seed

    It’s the heart afraid of breaking
    That never learns to dance
    It’s the dream afraid of waking,that never, takes the chance
    It’s the one who won’t be taken
    Who cannot, seem to give
    And the soul, afraid of dying, that never learns to live

    When the night, has been too lonely
    And the road, has been too long
    And you think, that love is only
    For the lucky, and the strong
    Just remember, in the winter
    Far beneath, the bitter snows
    Lies the seed
    That with the sun’s love
    In the spring
    Becomes The Rose

Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.
Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.

wei, bette midler - the roseBette Midler - The Rose Sources : Unknown,

Balada Merah Putih
Oct 30th, 2009 by mr Wei

Dengan semangat Sumpah Pemuda

Balada Sang Merah Putih

Kek, lihatlah bendera negeriku
Merahnya, sudah pada luntur
Putihnya, sudah pada kabur…

Belikan aku kesumba, tuk mencelupnya
Belikan aku pemutih, tuk merendamnya…

Kek, lihatlah bendera yang tegak
Merahnya bergincu, putihnya berbedak…

Cucuku, dengarlah…

Itu merah bukan merah kesumba
Tapi, merahnya darah darah pahlawan
Itu putih bukan pemutih
Tapi, putihnya hati hati pejuang
Tak pula bergincu yang di tube kepalsuan
Tak pula berbedak yang disapuh kemunafikan…

Kakek, aku ingin melihat bendera negeriku
Semerah darah dan seputih melati
Bersulam benang-benang keikhlasan
Bersuci mata air, air mata kesabaran

Wahai… Bendera negeriku…!
Teruslah berkibar menjilat matahari…
Sejarah adalah saksi abadi

Karya: Ras Navastara

“Bodoh vs Pintar”
Oct 29th, 2009 by mr Wei

“Orang Bodoh vs Orang Pintar” ala Om Bob Sadino

Berpikir...

Berpikir...

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas - Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

wei Sources : Bob Sadino

“Bahagia” - Menurut Motivator Dunia
Oct 29th, 2009 by mr Wei

“Bahagia” - Menurut Motivator Dunia

Bahagia itu pilihan

Bahagia itu pilihan

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya.
Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya..
Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.
Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan yang ditanyakan ibu itu adalah, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.
Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir
beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Seluruh ruangan langsung terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi.
“John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Malu ui!

Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”

“Karena,” jawabnya,

    “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu.

Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak

wei

BIBLE CODES Predict Holocaust In 2012
Sep 24th, 2009 by mr Wei

BIBLE CODES Predict Holocaust In 2012

Revelation 16:8-9 “And they fourth poured out his bowl upon the sun; and it was given to it to burn men with fire. And men were burned with great heat; and the blasphemed the name of God Who has the authority over these plagues; and they did not repent to give Him glory.”

The sun-worshiping Mayans decided that the year 2012 is the end of this age. The Bible Codes hold cluster after cluster describing a nasty solar event, as well as a terrible disaster in 2012. Even scientist agree that every 100 years or so, the sun flares up and fries the solar system. Please read on for the Bible Codes and an article published in News Scientist magazine that indicate that a solar eruption event will cause terrible destruction on Earth.

Isaiah 30:26-27 “Moreover the light of the moon will be as the light of the sun, And the light of the sun will be sevenfold, As the light of seven days, In the day that the LORD binds up the bruise of His people And heals the stroke of their wound.
Behold, the name of the LORD comes from afar, Burning [with] His anger, And [His] burden [is] heavy; His lips are full of indignation, And His tongue like a devouring fire…”

2012-sun-storm

2012-sun-storm-fire

The tongue of fire is an important clue. The Bible Codes are clear that the end of the Mayan calendar in 2012 has some significance in regards to apocalyptic events. There is a large, stone-like comet due to approach the Earth around 2012. The destructive characteristic of this event is described as “tongue-like”. The folks at Exodus 2006 theorized that the comet breaks up like the Shoemaker-Levy comet did when it approached Jupiter, thus creating a tongue-like array of comet matter which impacts the Earth in a shotgun effect. I have a different theory, though it does seem likely that a massive comet would break up upon entry. The approach of a large comet in 2012 will trigger a solar eruption that will fry the Earth like a rotisserie. The solar flare and resulting coronal mass ejection (CME) will be the tongue-like characteristic of this event.

wei

What Is Happen To Earth In 2012?
Sep 24th, 2009 by mr Wei
    Q: What is happen to earth in 2012?

A: Anything, alot of doomsayers predicted the end of the world, like we would die on 6-6-6, but we didn’t. Some people think its planet x that is going to collide with us, but some say that it doesn’t exist. People are trying to predict the end of the world, 2012 is just one of the predictions. I don’t really know. There could be or could not. I don’t have proof but some scientists wants to prove it. Most people want to use religion, to me, gods aren’t real. Magic isn’t real. We are just nothingness in existence. When it is the 23rd, december 2012, 12:00am, i want you to releave all that stress you carried since you waited for that time, the end of the world. But if it is true, yell in the skies and say, You accept death and your not afraid.

Sources Answer.com


The 2012 phenomenon is a present-day cultural meme proposing that cataclysmic or transformative events will occur in the year 2012. The forecast is based primarily on what is claimed to be the end-date of the Mesoamerican Long Count calendar, which is presented as lasting 5,125 years and as terminating on December 21 or 23, 2012, along with plenty of speculation, such as interpretations of assorted legends, scriptures, numerological constructions, prophecies, and alleged channeling from extraterrestrials.
A New Age interpretation of this transition posits that, during this time, the planet and its inhabitants may undergo a positive physical or spiritual transformation, and that 2012 may mark the beginning of a new era. Conversely, some believe that the 2012 date marks the beginning of an apocalypse. The 2012 doomsday prediction idea has been disseminated in numerous books and TV documentaries, and has spread around the world as an Internet meme through websites and discussion groups. The idea of a global event occurring in 2012 based on any interpretation of the Mesoamerican Long Count calendar is rejected as pseudoscience by the scientific community, and as misrepresentative of Maya history by Mayanist scholars.


    Apocalypse in 2012?

    Sources (CNN) — Just as “Y2K” and its batch of predictions about the year 2000 have become a distant memory, here comes “Twenty-twelve.”

2012 Mayan Doomsday Predict Fueled by a crop of books, Web sites with countdown clocks, and claims about ancient timekeepers, interest is growing in what some see as the dawn of a new era, and others as an expiration date for Earth: December 21, 2012.

The date marks the end of a 5,126-year cycle on the Long Count calendar developed by the Maya, the ancient civilization known for its advanced understanding of astronomy and for the great cities it left behind in Mexico and Central America.

(Some scholars believe the cycle ends a bit later — on December 23, 2012.)

Speculation in some circles about whether the Maya chose this particular time because they thought something ominous would happen has sparked a number of doomsday theories.

The hype also has mainstream Maya scholars shaking their heads.

“There’s going to be a whole generation of people who, when they think of the Maya, think of 2012, and to me that’s just criminal,” said David Stuart, director of the Mesoamerica Center at the University of Texas at Austin.

“There is no serious scholar who puts any stock in the idea that the Maya said anything meaningful about 2012.”

But take the fact that December 21, 2012, coincides with the winter solstice, add claims the Maya picked the time period because it also marks an alignment of the sun with the center of the Milky Way galaxy, and you have the makings of an online sensation.

Type “2012″ into an Internet search engine and you’ll find survival guides, survival schools, predictions and “official stuff” to wear, including T-shirts with slogans such as “2012 The End” and “Doomsday 2012.”

Theories about what might happen range from solar storms triggering volcano eruptions to a polar reversal that will make the Earth spin in the opposite direction.

If you think all of this would make a great sci-fi disaster movie, Hollywood is already one step ahead.

“2012,” a special-effects flick starring John Cusack and directed by Roland Emmerich, of “The Day After Tomorrow” fame, is scheduled to be released this fall. The trailer shows a monk running to a bell tower on a mountaintop to sound the alarm as a huge wall of water washes over what appear to be the peaks of the Himalayas.

BIBLE CODES PREDICT SOLAR FLARE HOLOCAUST IN 2012
Then the fourth angel poured out his bowl on the sun, and power was given to him to scorch men with fire.
And men were scorched with great heat, and they blasphemed the name of God who has power over these plagues; and they did not repent and give Him glory.
Revelation 16:8-9

Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Wahyu 16:8-9

wei

The Lord’s Prayer, Our Father - Doa Yang Paling Sering Dinaikkan
Aug 20th, 2009 by mr Wei

Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami adalah sebuah doa yang paling sering dinaikkan di dunia, dan doa ini sering disebut Doa Tuhan karena diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-NYA.

Banyak orang yang menaikkan doa ini tetapi tidak memahami makna, apa yang mereka katakan. Doa Bapa Kami ini sungguh-sungguh suatu doa yang lengkap.

Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

    “In this manner, therefore, pray:

    Our Father in heaven,
    Hallowed be Your name.
    Your kingdom come.
    Your will be done On earth as [it is] in heaven.

    Give us this day our daily bread.
    And forgive us our debts,
    As we forgive our debtors.
    And do not lead us into temptation,
    But deliver us from the evil one.
    For Yours is the kingdom
    and the power and the glory forever. Amen.

1. Semua doa harus dimulai dengan pujian dan pengangungan yan tepat kepada Bapa: “Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah nama-MU”

Bapa Kami, dua kata yang ditekankan oleh Tuhan Yesus, menggambarkan sifat yang Mahatinggi.
Kata-kata “Bapa Kami” juga memberikan alamat yang jelas dalam doa-doa kita. Permintaan kita - doa, permohonan, keinginan campur tangan ilahi - harus ditujukan kepada Bapa.

    “Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-KU. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-NYA kepadamu dalam nama-KU”
    (Yohanes 16:23)

Bapa adalah Pribadi yang disapa dalam permintaan-permintaan yang kita doakan. Kehendak dan jalan-NYA yang dicari, dan firman-NYA adalah janji yang kita pegang dalam mempercayai bahwa kita akan didengar.

Dan memohon kepada Bapa berarti mengakui hak-NYA untuk memerintah dan memutuskan dalam segala sesuatu.



2. Semua doa entah bagaimana harus memohon kehendak-NYA untuk terjadi di bumi: “Kerajaan-MU datanglah, kehendak-MU jadilah, di bumi seperti di surga.”

Allah yang kita sembah adalah Tuhan atas ciptaanNYA, dan kuasa-NYA tidak mengenal batas kecuali batas yang Ia tentukan bagi diri-NYA sendiri.
Ia menunggu untuk melakukan kehendak-NYA di bumi sebagai jawaban kepada orang-orang yang meminta.
Kerajaan-NYA, pemerintahan-NYA yang kekal hanya akan berkuasa di bumi bilamana Ia di undang. Itu bukan masalah kemampuan-NYA untuk berkuasa dengan kekuatan kehendak-NYA semata-mata, melainkan merupakan fakta bahwa berkaitan dengan bumi dan manusia. Ia memilih untuk membatasi diri-NYA pada saluran-salauran kerja tertentu. Ia berkehendak untuk bekerja sama dengan mitra kerja-NYA yaitu manusia.

Yesus berkata, jika Anda berdoa, dan setelah Anda datang kepada Bapa dengan penyembahan, mulailah memohon agar kehendak-NYA terjadi di bumi. Itulah satu-satunya jalan hal itu akan terjadi di sini (di bumi), ketika orang-orang yang menginginkan kehendak-NYA terjadi, mengatakan hal itu.



3. Allah menaruh perhatian pada kebutuhan sehari-hari, dan kita harus meminta hal itu: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang sucukupnya.”

Pesannya jelas, kita harus memohon untuk masalah sehari-hari seperti halnya masalah-masalah kekal yang besar. Lita tidak boleh mengabaikan masalah kehidupan yang paling sederhana

    “Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu …, sebab itu janganlah kamu kuatir…”
    (Matius 6:32, 34)

Walaupun Bapa di surga tahu, namun itu berarti Anda tidak boleh lupa memohon kepada-NYA untuk menyediakannya bagi Anda.

Dengan kasih karunia Allah, kita mulai menyadari bahwa pekerjaan tangan kita sendiri tidak mampu menyediakan apa-apa.
Bukan fakta bahwa Allah menentukan kita untuk malas, melainkan “Allah membantu orang yang menolong dirinya sendiri”
Dan pemahaman yang utuh tentang doa menuntun kita untuk berkonsultasi dengan Bapa tentang masalah dalam kehidupan yang paling kecil… yang sesungguhnya tanpa bisa dihindari akan menjadi yang terbesar jika diabaikan dalam doa.



4. Kita jangan mendekati Allah tanpa mengakui kebutuhan kita untuk disucikan: “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami…”

Ia mengajarkan suatu cara berdoa yang mencakup pengakuan dosa. Karena Bapa akan mengampuni orang yang memohon hal itu.

Kristus tidak akan mengajarkan prioritas doa ini jika Bapa tidak memiliki kecenderungan untuk menerima orang-orang berdosa.
Seperti ayah anak yang hilang yang datang dengan pengakuan terbuka tentang kegagalannya. Bapa di surga menunggu permohonan kita untuk diampuni dan kemudian berkenan untuk menggunakan saat itu untuk membentangkan pesta kebaikkan-NYA dihadapan kita.

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.”
(1 Yohanes 1:8)

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
(1 YOhanes 1:9)



5. Kita juga tidak boleh mengabaikan Allah tentang hubugan: “… seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”.

Yesus tidak menghendaki pendekatan vertikal kepada Allah yang tidak disertai dengan pendekatan horizontal kepada manusia.

Penekanan-NYA: pengampunan yang kita terima tergantung pada kesediaan kita untuk mengampuni. Jawaban yang kita terima dari DIA tergantung pada kehendak kita untuk menanggapi DIA.
IA tidak mengijinkan sikap tidak mau mengampuni tetap ada pada kita. Itu bukan sifat-NYA, jadi IA menentang hal itu ada dalam diri kita.

Jika saya tidak mengijinkan pengampunan yang saya terima mengalir lebih jauh untuk mengampuni orang-orang lain saya menghindari hubungan yang sejati.



6. Dan kita harus menetapkan kehendak kita untuk menuju kesempurnaan: “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.”

“Jangan membawa kami masuk, tetapi bawalah kami keluar.” Makna perikop ini menyatakan bahwa kita memahami perintah Tuhan sebagai panggilan menuju kedewasaan.
Ia berkata, “Jika kamu berdoa, akuilah bahwa Bapa bukanlah penyebab masalahmu ketika pencobaan menghadang kamu, tetapi Ia adalah pelindungmu.”

Inilah proses pelepasan Allah yang memurnikan yang berkarya dalam hidup kita; pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.



7. Semua Doa harus diakhiri dengan menempatkan segala sesuatu dalam tangan Allah: “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”

Penyerahan diri - yang paling tepat ditunjukkan dengan mengangkat kedua tangan ke atas dan menunggu dengan tanpa daya dan memohon kemurahan-NYA - merupakan tindakan doa yang terbaik.

Doa bisa dipenuhi dengan iman, diucapkan dengan keberanian, dinaikkan dalam ketaatan, dan dipenuhi dengan pujian dan keyakinan. Namum, bagaimanapun juga, doa masih tergantung kepada-NYA.

Penyerahan diri ini menyatakan bahwa kita perlu mempelajari posisi yang akan menang, apapun yang akan terjadi.
Ia mengajarkan kita demikian, “Bagian penutup Anda yang terbaik adalah pernyataan tentang keagungan-NYA yang tidak pernah berubah. Setelah Anda menyembah dan memohon kemampuan yang terbaik yang dihasilkan Roh Kudus, serahkan semuanya kepada-NYA.”

Walaupun jawabannya mungkin tidak akan muncul seketika, seperti yang Anda bayangkan sebelumnya, atau diberikan pada saat yang Anda harapkan dalam pikiran Anda. Namun percayalah kepada-NYA. Segala kuasa dan kemuliaan adalah milik-NYA.
Dan Ia akan menjawab dengan cara-NYA dan pada waktu-NYA.

wei

Ketika Kamu Berpikir Saya Tidak Melihat
Aug 13th, 2009 by mr Wei

Ketika Kamu Berpikir Saya Tidak Melihat
Penterjemah: Torsy

Sebuah pesan yang seharusnya dibaca orang dewasa !.
Karena anak-anak memperhatikan kamu dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan bukan seperti apa yang kamu katakan.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat kamu menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat melukis yang lain lagi.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
melihat kamu memberi makan seekor kucing liar, dan saya belajar adalah sungguh baik menyanyangi binatang.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
melihat kamu membuat kue kesukaanku, dan saya belajar bahwa hal kecil pun dapat menjadi sesuatu yang special dalam hidup.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya mendengar kamu mengucapkan doa, dan saya tahu di sana ada Tuhan yang selalu saya bisa ajak ngobrol dan saya belajar percaya dalam Tuhan.

Ketika kamu berpikir saya tidak memperhatikan,
saya melihat kamu membuatkan makanan dan membawanya kepada seorang teman yang sakit, dan saya belajar bahwa segala yang kita punya dapat dipakai untuk menolong sesama.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat kamu memberikan waktumu dan uangmu untuk menolong orang yang tidak memiliki apapun dan saya belajar orang yang mempunyai sesuatu harus memberikan kepada yang tidak punya.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat kamu peduli dengan rumah kita dan kepada setiap orang di dalamnya dan saya belajar bahwa kita harus peduli pada apa yang diberikan kepada kita.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat bagaimana kamu memegang tanggung jawabmu, bahkan ketika kamu merasa tidak enak dan saya belajar bahwa saya akan menjadi orang bertanggung jawab ketika saya semakin dewasa.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat air mata dari matamu, dan saya belajar bahwa kadang kala sesuatu itu menyakitkan dan tidak salah untuk tidak menangis.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya melihat bahwa kamu peduli dan saya ingin menjadi segala sesuatu yang saya mampu.

Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak memperhatikan,
belajar paling banyak dari masalah hidup bahwa saya perlu mengetahui bagaimana menjadi orang yang baik dan produktif ketika saya tumbuh dewasa.

Ketika kamu berpikir saya tidak melihat,
saya mencarimu dan ingin mengatakan “Terima kasih untuk segala sesuatu yang saya lihat ketika kamu berpikir saya tidak melihat.”

Mata kecil melihat banyak hal.
Setiap dari kita, orang tua maupun teman, mempengaruhi hidup dari seorang anak.

Bagaimana kamu akan menyentuh kehidupan seseorang hari ini?

copyscapes - do not copy

wei 2009 © Weihongoei.com

Jangan Marah Berkepanjangan
Jul 21st, 2009 by mr Wei

Jangan “Ngambek” Berkepanjangan Terhadap Orang Yang Kamu Kasihi

Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yang mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.
Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat.
Membawa mama untuk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yang telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput mama di kampung untuk tinggal bersama.

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan mama, mama pula yang membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yang menghadap taman untuk mama, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yang sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yang terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata : “Mari, kita jemput mama di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yang bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.
Aku seperti sebuah boneka kecil yang kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan mama di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya mama tidak tahan lagi dan berkata kepada suami : “Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?”
Aku menjelaskannya kepada mama: “Ma, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira.
“Mama berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: “Ma, ini kebiasaan orang kota, lambat laun mama akan terbiasa juga.”

Mama tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia selalu tanya itu berapa harganya , ini berapa.
Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.
Suamiku memencet hidungku sambil berkata: “Putriku, kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya.”
Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Mama sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata mama seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.
Di meja makan, wajah mama selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.
Mama selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Mama kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya ; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan mama mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.
Suatu hari, mama mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis.
Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah.
“Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata: “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?”

Aku dan mama tidak bertegur sapa untuk waktu yang cukup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa?
Mama tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja.
Saat tidur,suami berkata: “Lu di, apakah kamu merasa masakan Mama tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.
Dan dia akhirnya berkata: “Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi.” Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan.

Pagi itu mama memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.
Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.
Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yang tajam, diluar sana terdengar suara tangisan mama dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya.
Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian !.

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, mama melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa mama.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan mama di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi?
Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan.

Akhirnya teman sekerjaku berkata: “Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter.”
Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.
Sebuah berita gembira yang terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan mama sebagai orang yang berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.
Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku.
Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi.

Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.
Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi….. mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras.

Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yang penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya.
Tengah malam, aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dengan wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya.
Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata.
Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yang sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.
Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.
Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung.
“Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.” Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, mama sudah meninggal.
Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku. Aku memandang jasad mama yang terbujur kaku.
Sambil menangis aku menjerit dalam hati: “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi ?”

Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.

Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu mama berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, mama juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.
Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika…….. ….dimatanya, akulah penyebab kematian mama.

Suamiku pindah ke kamar mama,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol.
Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.
Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam.
Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.
Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.
Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.

Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yang tidak kalah tajam dariku.
Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal mama, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.
Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya.
Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.
Tetapi itu tidak terjadi….. ……,semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri.
Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur.
Teman- teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yang sedang histeris mempertahankan miliknya.

Hitung- hitung sebagai pembuktian kepada mama bahwa aku tidak bersalah.

Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.
Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.
2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya: “Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya”.

Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis.
Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar. Selesai membuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.
Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.
“Lu di,kamu hamil?” Semenjak mama meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.

Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg mengalir keluar dengan derasnya.
Aku menjawab: “Iya, tetapi tidak apa-apa..Kamu sudah boleh pergi”.
Dia tidak pergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku. Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata: “Maafkan aku,maafkan aku”.
Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.
Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yang menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup.
Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.

    Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar mama.

    Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar mama tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa…….. ..,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.
Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.

Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.
Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.
Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur.
Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya.

Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin..

Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya.. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.
Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.
Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini.

Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi ?
5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap - siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.
Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar mama lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………

Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami.
“Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku.” Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.
Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

“Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun-tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai”.

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya.

Dia juga menulis sebuah surat untukku.

    Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yang paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.
    Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku.
    Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”.

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah.
Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: “Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”.

Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum. ……… ….anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.
Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata…….. ……… …

Teman-teman terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.
Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini : “Jika ada sesuatu yang mengganjal di hati diantara kalian yang saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.

Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yang telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang-matang semua yang akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Mazmur 37:8

wei

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© www.WeiHongOei.com | Powerby WEI